,

Accounting in NASA

Tahukah kamu bahwa Akuntan dapat bekerja di NASA dan mendapatkan upah yang tidak kecil? Menjadi seorang Akuntan di NASA mungkin terasa sangat makmur karena memiliki gaji rata-rata sebesar USD$ 86.095 atau sekitar Rp 1,2 Miliar per tahun. Bahkan, seorang anak magang memperoleh setengahnya, yaitu USD$ 40.976 per tahun. Gaji tertinggi diperoleh oleh seorang Analis Biaya dengan gaji sebesar USD$ 102.026 per tahun. Anak muda zaman sekarang mungkin masih melihat Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai tujuan utama mereka, namun ternyata instansi seperti NASA pun dapat memiliki daya tarik tersendiri dengan upahnya yang tidak kecil.

Lalu sebenarnya NASA itu apa, sih? Sebuah KAP baru? Bukan. NASA atau lengkapnya National Aeronautics and Space Administration adalah lembaga pemerintah milik Amerika Serikat (AS) yang bertanggung jawab atas program luar angkasa AS dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang. Organisasi ini bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa bagi masyarakat sipil, aeronautika, dan program kedirgantaraan (NASA, 2017). Seperti instansi lainnya, NASA juga memiliki akuntan, yang sering kali luput dari perhatian masyarakat karena terlalu fokus pada operasional utama NASA.

Sejak awal dibentuknya pada 1958-1963, NASA sudah memiliki susunan dan fungsi organisasi yang telah melibatkan proses akuntansi dalam operasinya. McKinsey melaporkan bahwa pelaporan keuangan NASA lebih kompleks daripada instansi lain pemerintah AS dan NASA saat itu memiliki dua pendekatan untuk menampilkan laporan keuangannya, yaitu comptrollership dan integrated business services. Pada pendekatan comptrollership, kegiatan audit, akuntansi, dan anggaran akan dikerjakan oleh satu orang yang akan melapor langsung ke petinggi NASA di mana fungsi manajemen finansial merupakan hal yang sangat penting dan meyakinkan bahwa masalah finansial harus mendapatkan perhatian yang cukup. Di sisi lain, pendekatan integrated business services menempatkan kegiatan audit, akuntansi, dan anggaran pada seseorang yang tidak hanya melapor ke petinggi NASA, tetapi juga bertanggung jawab dalam aspek lain dalam manajemen, misalnya keanggotaan dan pengadaan. (Rosholt, 1966)

Namun, pada saat itu belum ada standar pelaporan dan manajemen finansial sedangkan NASA harus menghadapi kesulitan melaporkan transfer dana dan obligasi berkelanjutan dikarenakan pelaporan dilakukan terlalu rinci untuk penggajian dan pengeluaran namun kurang mendetil pada bagian penelitian dan pengembangan. Pekerjaan NASA yang sangat banyak saat itu membuat pelaporan keuangan tertinggal karena dikerjakan secara manual dan sistem yang ada tidak komprehensif dan terintegrasi sehingga tidak bisa menyediakan informasi keuangan yang detail dan terkini untuk pembuatan keputusan manajerial. Padahal laporan keuangan NASA telah digunakan sejak masa awal untuk berbagai kegiatan operasionalnya dan melakukan perkembangan terhadap sistem akuntansi yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat dibutuhkan sesegera mungkin

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya pernyataan standar akuntansi, NASA mengalami peningkatan kualitas dan ketepatan laporan keuangannya. Meski begitu, NASA masih menghadapi tantangan untuk membuat laporan keuangan terbaik. Dalam perjalanannya, NASA menghadapi kesulitan untuk mengukur aset terbesarnya yaitu pesawat luar angkasa dan stasiun ruang angkasa internasional (ISS). Pihak NASA berusaha mengukur nilai aset tersebut secara tepat dengan menghadapi ukuran dan cakupan program luar angkasanya, perubahan sistem finansial NASA, dan peraturan akuntansi federal yang telah direvisi.

Kini, NASA berkata bahwa mereka bisa mengevaluasi biaya dari aset utama karena agensi luar angkasa ini sudah dapat menelusuri data finansial. Para kontraktor yang bekerjasama dengan NASA telah menanggung beban untuk memberikan seluruh data dan sudah bekerja dengan teliti untuk meyakinkan bahwa datanya sudah tepat. NASA merasa mereka sudah ada dalam fondasi yang tepat. Dengan begitu, pelaporan keuangan NASA akan menjadi lebih lancar dikarenakan bantuan dari pihak kontraktor sehingga dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih tepat guna.

Dengan sistem pelaporan keuangan saat ini, NASA dapat memantau serta mengontrol dana mereka dan membukukan biaya untuk berbagai program maupun proyek mereka. Pembukuan juga dilakukan untuk mengatur dana operasional sehari-hari. Laporan keuangan NASA menjadi produk akhir dari pelaporan yang sangat penting untuk pengambilan langkah NASA ke depannya untuk terus menjalankan program luar angkasa sehingga harus disusun dengan sesempurna mungkin. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai tanpa jasa seorang akuntan.

Mengingat kembali bahwa seorang akuntan berkontribusi untuk membuat laporan yang dapat berdampak besar bagi pengambilan keputusan dan arah sebuah perusahaan, menjadi seorang akuntan di NASA dapat menjadi pekerjaan yang sangat menarik. Apalagi saat aset yang diukur adalah hal yang tidak lazim seperti pesawat ulang alik. Menjadi seorang akuntan tidak selalu di KAP atau di perusahaan biasa, tetapi masih banyak perusahaan yang dapat dieksplorasi.

Sumber:

NASA. (2017, February 20). Retrieved 2018 February, from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/NASA

NASA – Accounting Salaries in the United States. (2018, January 31). Retrieved from Indeed: https://www.indeed.com/cmp/Nasa/salaries?job_category=accounting

Rosholt, R. L. (1966). National Aeronautics and Space Administration. Retrieved from https://history.nasa.gov/SP-4101.pdf

Werner, D. (2009, December 4). NASA Still Struggles with Accounting. Retrieved from Spacenews: http://spacenews.com/nasa-still-struggles-accounting/

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *