,

Press Release: Auditing Group Discussion 1

Pada hari Jumat, 6 September 2019 telah dilaksanakan kegiatan rutin dari Auditing Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI), yaitu Group Discussion, di kantor PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Auditing Study Division beserta lima mahasiswa Akuntansi FEB UI yang telah terpilih melalui Auditing Group Discussion Quiz. Tema yang diangkat pada Group Discussion kali ini ialah ‘Importance of Non Financial Data to Enhance Audit Report Quality in the Era of Disruption’ dengan tujuan untuk menambah wawasan para peserta mengenai peran data non-finansial dalam proses audit di era disrupsi ini.

 

Acara dibuka dengan perkenalan dari pihak PwC Indonesia. Pemateri Group Discussion kali ini adalah Bu Prabandari Murti selaku pemateri utama yang juga merupakan Senior Manager dari Divisi Risk Consulting, didampingi oleh Bu Shirley Pranoto dan Bapak Paris Turnip sebagai fasilitator. Diskusi diawali dengan penjelasan Bu Prabandari mengenai pengertian data non-finansial. Data non-finansial adalah data-data yang berkaitan dengan dampak dari kegiatan bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Terdapat banyak macam dari data non-finansial, namun diskusi kali ini fokus membahas dampak sosial dan lingkungan suatu perusahaan yang contohnya seperti upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, pengelolaan sumber daya manusia, dan peningkatan sanitasi lingkungan. Konsep untuk memperhatikan hal-hal tersebut dikenal dengan istilah triple bottom line di mana suatu perusahaan tidak hanya memperhatikan keuntungan finansial, namun juga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan. 

 

Konsep ini sejalan dengan munculnya tren responsible investor dalam dunia bisnis di mana para investor mulai mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu perusahaan dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi. Namun, hal-hal tersebut belum tercakup dalam laporan keuangan saat ini. Maka dari itu, audited sustainability report dibutuhkan oleh para responsible investor untuk meninjau dan mendapat informasi-informasi terkait dampak sosial dan lingkungan suatu perusahaan. Sustainability report sendiri merupakan laporan mengenai informasi yang bertujuan agar perusahaan terkait akuntabel bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tujuan kinerja perusahaan menuju pembangunan yang berkelanjutan. Walaupun begitu, sustainability report belum memiliki standar baku. Hal ini mengakibatkan sustainability report hanya dapat dilakukan limited review, meskipun di negara-negara yang sudah cukup maju dalam isu sustainability

 

Standar akuntansi dan audit saat ini masih berkutat pada hal-hal finansial saja tanpa memperhatikan dampak sosial maupun lingkungan sebagaimana yang disajikan pada konsep triple bottom line. Kekurangan dari standar akuntansi dan audit tersebut menimbulkan tuntutan untuk sebuah laporan yang lebih komprehensif yang memperhatikan tidak hanya aspek finansial, tetapi juga aspek sosial dan lingkungan. Dalam menghadapi tuntutan tersebut, muncul suatu laporan terintegrasi atau yang disebut dengan integrated reporting. Integrated reporting sendiri merupakan sebuah laporan ringkas  dan terintegrasi tentang bagaimana strategi, tata kelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dengan adanya integrated reporting, para pembaca laporan tersebut diharapkan dapat mendapat informasi mengenai perusahaan secara lebih menyeluruh dibandingkan dengan informasi yang tersaji pada laporan keuangan saja.

 

Dari diskusi yang telah berlangsung, dapat disimpulkan bahwa data non-finansial memiliki peran yang penting di era disrupsi ini. Namun, data non-finansial masih belum bisa digunakan secara maksimal karena standar akuntansi dan audit belum menjangkau hal tersebut secara efektif. Padahal, data non-finansial juga penting untuk diketahui para stakeholder, terlebih dengan munculnya tren responsible investor. Dengan demikian, pengembangan standar audit perlu dilakukan agar hal-hal tersebut dapat teregulasi. 

 

Diskusi berlangsung dengan hangat dan interaktif, tercermin dengan antusiasme para peserta dalam mendiskusikan topik bersama pemateri. Setelah 150 menit diskusi ini berlangsung, Auditing Group Discussion diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para pemateri dan PwC Indonesia selaku fasilitator. Kami berharap para peserta mendapat wawasan baru mengenai data non-finansial serta perkembangan dunia audit pada umumnya. Sampai jumpa pada Auditing Group Discussion selanjutnya!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *