,

PRESS RELEASE: Tax Group Discussion with KPMG

Pada hari Jumat, 3 Mei 2019 telah dilaksanakan acara rutin dari divisi kajian Pajak Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI), yaitu Tax Group Discussion yang bertempat di KPMG Indonesia. Acara ini ditunjukkan kepada pihak internal yaitu seluruh pengurus divisi kajian Pajak SPA FEB UI dan pihak eksternal yaitu tiga mahasiswa akuntansi FEB UI yang telah berhasil menjadi pemenang dalam Tax Group Discussion Quiz. Pada kesempatan ini, Tax Group Discussion membahas ‘Addressing the Issue of Beneficial Ownership’ yang bertujuan untuk menambah wawasan para peserta mengenai isu-isu beneficial ownership dalam hal perkembangan dan penyelesaianya. Masalah beneficial ownership penting untuk dibicarakan, mengingat banyaknya kasus penghindaran pajak yang dilatarbelakangi oleh beneficial ownership.

Acara dimulai dengan sambutan dari pihak KPMG yang diwakili oleh Ibu Varania Shaskia selaku fasilitator Tax Group Discussion, dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Anita Priyanti selaku Tax Partner KPMG Indonesia dan leader Tax Group Discussion. Ibu Anita Priyanti memulai diskusi dengan memberikan penjelasan bahwa untuk membahas beneficial ownership lebih tepat jika kita mengacu kepada Undang-Undang Internasional seperti Vienna Convention on the Law of Treaties (VCLT), Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dan Undang-Undang domestik seperti Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh). Ibu Anita Priyanti dalam diskusi ini menjelaskan  mengenai pengertian beneficial ownership, dilema beneficial ownership, dan solusi dari dilema beneficial ownership.

Beneficial ownership (BO) menurut UU PPh pasal 26 ayat 1a berbunyi “Negara domisili dari Wajib Pajak luar negeri selain yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan usaha melalui bentuk usaha tetap di Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah negara tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak luar negeri yang sebenarnya menerima manfaat dari penghasilan tersebut (beneficial owner). Beneficial ownership dapat menjadi sebuah dilema  karena sejauh ini belum ada peraturan Internasional yang membahas beneficial ownership. Contoh dalam kasus P3B yang melibatkan direktorat jenderal pajak dan perusahaan yang dituduh menggunakan perusahaan SPV (special purpose vehicle) dalam rangka menikmati reduce rate menjadi 10% di negara-negara yang telah mengadakan perjanjian dengan Indonesia. Mengapa menjadi sebuah dilema? Pihak perusahaan menganggap mereka merupakan BO yang sebenarnya dengan surat domisili yang dimilikinya dan anggapan bahwa SE-04/PJ.34/2005 yang dikeluarkan oleh Dirjen pajak tidak valid dikarenakan dalam VCLT dan P3B tidak didefinisikan pengertian BO, atas kedua alasan tersebut mereka  berhak menerima reduce rate sebesar 10%. Di sisi lain, pihak direktorat jenderal pajak menganggap bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan SPV, dimana BO sebenarnya adalah perusahaan induknya di negara lain yang tidak memiliki tax treaty  sehingga Dirjen pajak mengeluarkan SE-04/PJ.34/2005 dan berujung pada dikeluarkannya Surat Ketetapan Pajak (SKP). Lalu siapakah pihak yang benar? Kedua belah pihak dapat dimenangkan oleh hakim tergantung sudut pandang hakim yang menangani. Di akhir diskusi, Ibu Anita Priyanti memiliki opini bahwa ada solusi yang dianggapnya lebih elegan, yaitu renegoisasi kembali isi dari P3B sehingga dapat menghasilkan win-win solution di antara kedua belah pihak.

Diskusi berlangsung dengan interaktif, ditunjukkan dengan komunikasi dua arah antara peserta dengan pembicara melalui sesi tanya jawab dan study case yang diajukan oleh pembicara. Setelah 120 menit diskusi ini berlangsung, Tax Group Discussion diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada Ibu Anita Priyanti dan KPMG Indonesia. Kami berharap para peserta mendapat wawasan baru mengenai beneficial ownership dan semakin tertarik dalam menggali isu perpajakan lainya. Sampai jumpa pada Tax Group Discussion selanjutnya!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *