Informasi Event IBEC FEB UI

Pada hari Rabu, 2 November 2022 yang lalu telah berhasil dilaksanakan kegiatan Audit Me Out 2022. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Auditing Study Division SPA FEB UI yang ditujukan untuk mahasiswa S1 Akuntansi Program Reguler/Paralel/Kelas Khusus Internasional angkatan 2021 dan 2022. Melalui kegiatan Audit Me Out, diharapkan mahasiswa S1 Akuntansi FEB UI angkatan 2021 dan 2022 yang belum mengikuti mata kuliah audit dapat memperoleh materi pengauditan dengan cara menarik serta interaktif. Oleh karena itu, pada tahun ini, Audit Me Out 2022 membawakan konsep halloween serta blind date

Kegiatan yang diikuti oleh 16  mahasiswa program studi Akuntansi FEB UI ini berlangsung pada pukul 14.00–17.45 WIB secara offline. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mini seminar oleh Kak Michael Hezekia selaku fasilitator. Materi yang diberikan pada sesi mini seminar merupakan dasar-dasar dalam bidang audit sebagai bekal para peserta dalam mengikuti sesi games nantinya.

Setelah mini seminar,  peserta memasuki pos games yang dimulai dengan family feud dan dilanjutkan dengan sesi inquiry. Dalam sesi ini, peserta melakukan simulasi audit sederhana untuk mencari pasangan mereka dalam menyelesaikan 4 games lainnya yang terdiri dari: Heads Up, Teka-Teki Silang, Tebak Gambar, dan Cup Pong. Seluruh game yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah di sampaikan di sesi mini seminar sebelumnya. Setelah semua games selesai, peserta kembali ke ruangan mini seminar untuk sharing tentang pengalaman mereka saat mengikuti kegiatan Audit Me Out. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman best couple selaku kelompok yang berhasil meraih poin tertinggi pada saat games berlangsung. Setelah itu, kegiatan Audit Me Out pun diakhiri dengan foto bersama antara peserta, panitia, dan fasilitator. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Audit Me Out 2022 dan Kak Michael Hezekia selaku fasilitator. Sampai bertemu di Audit Me Out tahun depan!

 

 

Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022 telah sukses dilaksanakan Accounting Webinar 2022 dengan tema “From Start-Up to Scale-Up: How do Start-Ups Deal with Accounting Challenges?”. Acara ini merupakan program kerja dari Accounting Study Division SPA FEB UI yang ditujukan untuk memberikan pemahaman serta wawasan bagi para peserta terhadap tema yang diangkat. Tahun ini, Accounting Webinar menghadirkan Ibu Elvia R. Shauki, Ph.D. sebagai perwakilan IAI dan Ibu Carolin Febrina selaku Head of Commercial Finance di Lemonilo sebagai pembicara. Selain itu, Ibu Andriyanti Wagianto, M.B.A., M.Sc. juga turut hadir sebagai moderator yang memandu jalannya acara.

Acara yang diikuti oleh 323 peserta ini berlangsung pada pukul 14.00-16.30 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala Departemen Akuntansi FEB UI, Ibu Yulianti, S.E., M.E., Ph.D, dilanjutkan dengan sambutan dari Chief Executive SPA FEB UI 2022, Michael Hezekia, dan perkenalan Ibu Andriyanti Wagianto, M.B.A., M.Sc. selaku moderator. Setelah itu, moderator memperkenalkan kedua pembicara, yaitu Ibu Elvia R. Shauki, Ph.D. selaku pembicara sesi ke-1 dan Ibu Carolin Febrina selaku pembicara sesi ke-2.

Acara Accounting Webinar 2022 terdiri dari tiga sesi utama dengan dua sesi pertama berupa pemaparan materi oleh pembicara, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif pada sesi ketiga. Pembicara sesi ke-1, Ibu Elvia R. Shauki, Ph.D., menjelaskan tentang standar akuntansi untuk perusahaan start-up serta penjelasan mengenai tantangan dan permasalahan akuntansi yang dihadapi oleh perusahaan start-up. Pemaparan materi dilanjutkan oleh pembicara sesi ke-2, Ibu Carolin Febrina, yang menjelaskan mengenai sistem akuntansi yang diterapkan oleh PT Lemonilo Indonesia Sehat serta bagaimana penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan kontrol yang mereka miliki terhadap standar akuntansi yang sudah ada. Setelah sesi pemaparan materi, Accounting Webinar ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang dipandu oleh moderator.

Foto 1: Pemaparan Materi oleh Ibu Elvia R. Shauki, Ph.D.

Foto 2: Pemaparan Materi oleh Ibu Carolin Febrina 

Setelah ketiga sesi selesai, acara diakhiri dengan pemaparan kesimpulan oleh moderator mengenai materi yang telah disampaikan oleh kedua pembicara secara keseluruhan, serta pemberian sertifikat kepada kedua pembicara dan moderator. Sebagai penutup dari Accounting Webinar 2022: “From Start-Up to Scale-Up: How do Start-Ups Deal with Accounting Challenges?”, kami melakukan foto bersama antara peserta, panitia, moderator, dan pembicara. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Accounting Webinar 2022 beserta moderator dan kedua pembicara yang telah memfasilitasi acara ini. Sampai bertemu di Accounting Webinar selanjutnya!

Pada hari Kamis, 29 September 2022 yang lalu telah dilaksanakan Audit Simulation 2022. Acara ini merupakan program kerja dari Auditing Study Division SPA FEB UI yang ditujukan untuk mahasiswa S1 Akuntansi Program Reguler/Paralel/Kelas Khusus Internasional angkatan 2019 dan 2020. Tahun ini, Audit Simulation mengangkat tema “Bringing Real-Life Audit to Campus” dengan menyimulasikan audit secara umum. Tujuan diadakannya acara ini adalah menjadi wadah bagi para mahasiswa S1 Akuntansi FEB UI untuk menyalurkan ketertarikannya terhadap bidang audit eksternal, dengan harapan peserta mendapat gambaran pekerjaan seorang auditor.

Acara yang diikuti oleh 32 mahasiswa program studi Akuntansi FEB UI ini berlangsung pada pukul 11.00 – 17.30 WIB secara tatap muka. Acara dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan rangkaian pembukaan berupa sambutan dari Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Akuntansi FEB UI, Ibu Desi Adhariani, yang dilanjutkan oleh Managing Partner Studies SPA FEB UI, Ryandra Ananda, dan Project Officer Audit Simulation 2022, Jovan Lemuel Rianta. Sambutan terakhir diberikan oleh Deloitte Indonesia, Ibu Anna Karina. Setelah sambutan dari pihak Akuntansi FEB UI dan Deloitte Indonesia, acara Audit Simulation diawali dengan Mini Seminar untuk memberikan pembekalan bagi peserta mengenai gambaran tentang praktik audit secara umum.

Acara inti dari Audit Simulation adalah pengerjaan kasus audit di tiga pos yang disediakan panitia. Ketiga pos tersebut adalah pos Accounts Receivable, pos Accounts Payable, dan pos Operating Expense. Di setiap pos tersebut, terdapat tiga tim yang diberikan waktu 40 menit untuk menyelesaikan case. Peserta berperan sebagai Associate yang bertugas mengumpulkan data dan mencari temuan untuk menyelesaikan working paper. Peserta sebagai Associate juga didampingi oleh fasilitator dari Deloitte Indonesia yang berperan sebagai Senior Associate. Senior Associate bertugas untuk memberikan arahan kepada para Associate (peserta) dan memberikan data-data yang dibutuhkan. Setelah pengerjaan case, fasilitator memberikan feedback dan case solution.

Setelah seluruh pengerjaan case selesai, diadakan sharing session di mana fasilitator membagikan pengalaman mereka sebagai auditor dan membandingkannya dengan apa yang telah dilalui peserta selama berlangsungnya acara. Rangkaian acara terakhir adalah pemberian feedback dan kesimpulan dari pelaksanaan Audit Simulation secara keseluruhan. Foto bersama antara peserta, panitia, dan fasilitator dari Deloitte Indonesia menjadi penutup acara Audit Simulation 2022: Bringing Real-Life Audit to Campus. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Audit Simulation dan pihak Deloitte Indonesia yang telah memfasilitasi acara ini. Sampai bertemu di Audit Simulation tahun depan!

 

 

Pada hari Rabu, 1 Desember 2021, Tax Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI) telah berhasil melaksanakan salah satu program kerja tahunan, yaitu Tax Update Webinar. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom online meeting dan dihadiri oleh 345 peserta yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Indonesia, mahasiswa fakultas dan universitas lain, akademisi, serta masyarakat secara luas. Pada tahun ini, Tax Update Webinar mengangkat tema utama “Energizing Domestic Investment Climate: What is The Most Appropriate Tax Strategy?”. Tema tersebut diangkat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif baik kepada mahasiswa maupun masyarakat secara luas mengenai peran pajak dalam mendukung peningkatan investasi di Indonesia. Rangkaian acara Tax Update Webinar diawali dengan kata sambutan dari Ibu Dyah Setyaningrum selaku Kepala Prodi S1 Akuntansi FEB UI, Mohammad Ilham Dwiputra selaku Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan FEB UI, dan Amelia Diah Pitaloka selaku Project Officer Tax Update Webinar 2021. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan dan pemaparan materi yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku Koordinator TERC FEB UI.

Sesi pemaparan materi pertama dibawakan oleh Ibu Inge Diana Rismawanti selaku Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak yang membahas mengenai UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang erat kaitannya dengan kondisi investasi di Indonesia. Ibu Inge menyampaikan bahwa pada saat ini tax ratio Indonesia masih tergolong relatif rendah dibandingkan dengan negara G20 atau ASEAN-6 lainnya. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan basis pajak yang kuat dan merata sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Pelaksanaan reformasi perpajakan menjadi salah satu langkah strategis DJP untuk mencapai hal tersebut. Reformasi perpajakan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu reformasi administrasi dan reformasi kebijakan yang diimplementasikan melalui pengesahan UU HPP. Secara lebih lanjut, DJP juga melakukan asistensi penagihan pajak global secara resiprokal guna mempermudah prosedur perpajakan serta mengedepankan asas ultimum remedium dari segi penegakan hukum pidana pajak guna mencegah terjadinya kehilangan kerugian negara. Dengan demikian, melalui usaha-usaha tersebut diharapkan iklim investasi dan tax ratio di Indonesia dapat meningkat sehingga terwujudnya APBN yang mandiri.

Selanjutnya, pada sesi kedua pemaparan materi disampaikan oleh Bapak Liberto Nicholas, selaku Area Head PT Bank Mandiri Tbk yang memaparkan materi mengenai peran perbankan dalam mendorong pembangunan dan investasi nasional. Bapak Nicholas menyampaikan bahwa perbankan merupakan salah satu agent of development yang berperan besar dalam upaya peningkatan iklim investasi di Indonesia serta pertumbuhan ekonomi nasional terutama pada saat pemulihan ekonomi akibat pandemik COVID-19. Selain itu, Bapak Nicholas juga memaparkan bahwa pada saat ini sebagian Penanaman Modal Asing (PMA) berfokus pada industri barang logam sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari pemerintah berfokus pada pembangunan infrastruktur sehingga terjadi gap. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menekankan fokus pembiayaan pada beberapa sektor yang krusial serta memberikan stimulus guna memicu peningkatan iklim investasi di Indonesia. Tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder untuk mencapai hal tersebut, termasuk dari perbankan sebagai salah satu lembaga penyedia kredit.

Pada sesi ketiga, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Denny Irawan selaku Wakil Kepala Kelompok Kajian Iklim Usaha dan Rantai Pasokan Global, LPEM FEB UI yang membahas mengenai iklim usaha dan pajak bisnis di Indonesia. Bapak Denny memaparkan bahwa sejalan dengan target pemerintah pada hari jadi kemerdekaan yang ke-100 tahun, yaitu Indonesia Emas 2045, diperlukanlah perbaikan iklim usaha dan investasi salah satunya pada sektor perpajakan yang merupakan salah satu poin terpenting dalam pertimbangan investor ketika mengambil keputusan investasi. Enam hal yang harus diperbaiki pada sektor perpajakan Indonesia berdasarkan Ease of Doing Business (EoDB), yaitu starting business, dealing with construction permits, registering property, enforcing contracts, paying taxes, dan trading across borders. Selain itu, Bapak Denny juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa aspek lain dalam perpajakan yang juga harus diperbaiki guna meningkatkan kondisi investasi di Indonesia, diantaranya yaitu dari segi pelaporan dan pembayaran elektronik, pelaporan mandiri atau self assessment dalam sistem perpajakan, simplifikasi yang dapat berupa one tax base atau one tax, serta risk-based audits. Pada akhir pemaparan, Bapak Denny menyimpulkan terdapat dua hal utama yang harus menjadi concern bagi pemerintah dan regulator kebijakan pajak untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia, yaitu simplifikasi administrasi perpajakan serta tingkat daya saing besaran pajak (tax rate).

Setelah sesi pemaparan materi ketiga selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku moderator. Sesi tanya jawab ini berhasil dijalankan dengan lancar dan interaktif oleh karena antusiasme dari peserta untuk bertanya yang cukup tinggi. Selanjutnya, kegiatan Tax Update Webinar ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pembicara dan moderator sebagai bentuk apresiasi dari SPA FEB UI khususnya Tax Study Division sebagai penyelenggara acara. Tax Study Division SPA FEB UI mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari seluruh pihak yang turut andil untuk mensukseskan acara ini. Sampai jumpa pada acara Tax Update Webinar selanjutnya!

Dengan melampaui batasan jarak dan waktu, pada Rabu, 27 Oktober 2021, Biro External Affair SPA FEB UI berkolaborasi dengan Student Accounting Society (SAS) dari University of California, Los Angeles (UCLA) dalam melaksanakan program Campus Visit.

Melalui program ini, SPA FEB UI dan SAS UCLA telah saling bertukar informasi, pengalaman, dan ilmu yang dapat digunakan untuk mengembangkan kedua organisasi.

Campus Visit 2021 dibuka dengan presentasi yang memperkenalkan masing-masing organisasi dan universitas. Setelah itu, SPA FEB UI dan SAS UCLA diberikan kesempatan untuk bertukar pikiran melalui Focus Group Discussion (FGD). Tentunya, banyak perbedaan dan hal baru yang diperoleh oleh kedua organisasi melalui proses FGD tersebut.

Diharapkan, SPA FEB UI dapat terus belajar, mengembangkan diri, dan tentu menjaga hubungan persahabatannya dengan SAS UCLA untuk masa yang akan datang.

SPA FEB UI 2021
#BenchmarkOfExcellence

Pada hari Rabu, 6 Oktober 2021, Tax Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI) telah berhasil melaksanakan program kerja tahunan, yaitu Tax Intercollegiate Forum (TIF). Pada tahun ini TIF bekerja sama dengan Tax Education and Research Center Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI (TERC LPEM FEB UI) dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Acara TIF dihadiri oleh 434 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Indonesia, mahasiswa fakultas dan universitas lain, serta masyarakat secara luas. Tax Intercollegiate Forum tahun 2021 mengangkat tema Carbon Tax Policy: A Key Role in Indonesia’s Sustainability”. Tema ini diangkat sebagai sarana untuk membahas rencana kebijakan pajak karbon yang bertujuan mengendalikan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Rangkaian acara diawali dengan kata sambutan dari Ibu Ancella Hermawan selaku Kepala Departemen Akuntansi FEB UI, Mohammad Ilham Dwiputra selaku Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan FEB UI, dan Delvionarosa Putri Salman selaku Project Officer TIF 2021. Setelah itu, terdapat sesi perkenalan dan pemaparan materi yang terbagi menjadi lima sesi yang dipandu oleh moderator, yaitu Ibu Christine Tjen selaku Koordinator TERC FEB UI. 

Pada sesi pertama, Bapak Gunawan Pribadi selaku Asisten Deputi Fiskal Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memaparkan bahwa pajak karbon merupakan salah satu instrumen menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pajak karbon juga merupakan salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2021. Strategi transformasi ekonomi ini bertujuan untuk membuat Indonesia dapat bangkit dari pandemi sekaligus menghindari “middle income trap” sehingga visi menjadi negara maju pada tahun 2045 mendatang dapat tercapai. Bapak Gunawan Pribadi juga menyampaikan bahwa pajak karbon bersifat multifungsi. Selain sebagai tambahan pendapatan negara, pajak karbon juga berfungsi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan internalisasi biaya eksternal yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kemudian, penetapan pajak karbon mendorong sektor privat maupun publik untuk berinvestasi pada sektor energi rendah karbon. Pada sisi lain, terdapat beberapa tantangan dalam menetapkan pajak karbon di Indonesia. Beberapa tantangan tersebut, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi yang bersifat ramah lingkungan, adanya potensi perubahan harga energi dan produk-produk terkait, serta belum tersedianya instrumen kebijakan lain untuk mendukung kebijakan pajak karbon. Kemudian, terdapat juga hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan pajak karbon ini, seperti kesederhanaan desain, kejelasan mengenai nilai tarif pajak, pengenalan secara bertahap, dan pemanfaatan pajak karbon secara terarah.

Pada sesi kedua, Ibu Oka selaku Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal, menyampaikan bahwa pajak karbon merupakan salah satu perwujudan komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat rentannya Indonesia terhadap dampak perubahan iklim. Pajak karbon sendiri diartikan sebagai pungutan yang dikenakan atas kandungan karbon atau aktivitas mengemisi karbon. Ibu Oka juga menjelaskan skema rencana penerapan pajak karbon di Indonesia mulai dari subjek pajak, objek pajak, hingga saat terutang. Subjek pajak dari pajak karbon adalah orang pribadi atau badan yang membeli barang dengan kandungan karbon atau menghasilkan emisi karbon. Sedangkan, objek pajaknya adalah emisi karbon yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup. Pajak karbon ini akan terutang pada saat pembelian, akhir periode tertentu dari aktivitas menghasilkan emisi karbon, atau saat lain. Pada sisi lain, penerimaan pajak karbon juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menambah dana pembangunan, investasi ramah lingkungan, dan dukungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dalam bentuk bantuan sosial.

Selanjutnya, kegiatan acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Sri Wahyuni selaku Managing Partner SF Consulting. Pada sesi ini, Ibu Sri menyampaikan kondisi sektor bisnis pada masa pemulihan pandemi. Ibu Sri menjelaskan bahwa pandemi menyebabkan tingginya ketidakpastian iklim usaha serta membuat pola bisnis menjadi berbasis digital. Kemudian, Ibu Sri memaparkan tanggapan dunia usaha terkait rencana kebijakan pajak karbon. Ibu Sri mengutip pernyataan dari Bapak Arsjad Rasjid, selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang mengatakan bahwa terdapat sebanyak 18 asosiasi pengusaha menolak rencana penerapan kebijakan pajak karbon di Indonesia. Pertimbangan utama penolakan tersebut adalah potensi dampak negatif yang sangat signifikan dan sistemik terhadap kestabilan perekonomian Indonesia, neraca perdagangan, dan pendapatan negara. Selain itu, masih tingginya ketergantungan proses produksi dan distribusi industri terhadap bahan bakar fosil juga menjadi salah satu faktor pertimbangan. Ibu Sri kemudian menyampaikan saran dan harapan dunia usaha terhadap perpajakan Indonesia, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan kepastian hukum, hingga pembuatan road map reformasi perpajakan. Ibu Sri menutup sesi materi dengan menyampaikan pentingnya komunikasi dan kepercayaan antara regulator dengan pelaku usaha supaya kebijakan perpajakan dapat berjalan dengan efektif.

Sesi keempat dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ibu Alin Halimatussadiah, selaku Kepala Kelompok Kajian Ekonomi Lingkungan LPEM FEB UI. Ibu Alin menyampaikan bahwa kebijakan pajak karbon memiliki dua tujuan utama, yaitu mencapai target penurunan GRK yang lebih ambisius dan meningkatkan pemasukan negara. Terdapat beberapa saran mengenai penetapan kebijakan pajak karbon ini. Pertama, penerapan pajak karbon harus dilakukan secara bertahap, baik dari segi target maupun besaran pajak. Kedua, cakupan pajak karbon harus dimulai dari sektor yang menjadi kontributor dominan. Ketiga, pemantauan serta evaluasi harus dilakukan secara berkala dengan terus memperbarui data emisi. Ibu Alin juga menyampaikan tiga pertimbangan utama dalam mengimplementasikan kebijakan pajak karbon, yaitu persiapan transisi, alokasi pendapatan dari pajak karbon, dan fleksibilitas dari pajak karbon itu sendiri. Sebagai penutup, Ibu Alin menyampaikan bahwa carbon pricing merupakan syarat perlu, tetapi bukan syarat cukup. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi supaya kebijakan ini dapat berjalan secara optimal, yaitu diperlukannya satu paket kebijakan yang ambisius, terancang dengan baik, dan sesuai dengan konteks yurisdiksi.

Sesi terakhir diisi dengan pemaparan materi oleh Bapak Bawono Kristiaji selaku Partner di Danny Darussalam Tax Center (DDTC). Pada sesi ini, Bapak Kristiaji selaku pengamat pajak dalam negeri menyampaikan justifikasi pentingnya pelaksanaan kebijakan pajak karbon di Indonesia yang tentunya berkaitan dengan isu lingkungan itu sendiri. Kemudian, Bapak Kristiaji menampilkan hasil survei DDTC News mengenai rencana penetapan pajak karbon di Indonesia. Melalui survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mendukung adanya penetapan kebijakan pajak karbon di Indonesia. Selain itu, survei itu juga menunjukan bahwa mayoritas responden menganggap waktu ideal untuk mengimplementasikan pajak karbon adalah pada tahun 2022 dengan tarif sebesar Rp75/kg. Bapak Kristiaji juga  menyampaikan isu lanjutan mengenai pajak karbon. Pertama adalah carbon leakage. Isu ini disebabkan oleh tidak adanya keseragaman penerapan atau koordinasi antarnegara dalam penetapan kebijakan pajak karbon. Kemudian, tidak berlakunya pajak karbon untuk semua sektor serta kurang tersedianya energi terbarukan juga menjadi penyebab dari isu tersebut. Isu lanjutan kedua yang dibahas oleh Bapak Kristriaji adalah penggunaan dana dari pajak karbon itu sendiri. Berdasarkan Carbon Tax Guide yang diterbitkan oleh World Bank, Bapak Kristiaji menyampaikan terdapat tiga komponen dalam penerimaan pajak karbon, yaitu revenue neutrality, expanded spending, dan forgoing tax revenue to finance offsets. 

Setelah sesi kelima selesai, kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku moderator. Sesi tanya jawab ini berjalan dengan lancar. Setelah seluruh rangkaian acara berlangsung, kegiatan Tax Intercollegiate Forum ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pembicara, moderator, dan TERC LPEM FEB UI sebagai bentuk penghargaan dari SPA FEB UI. Tax Study Division SPA FEB UI sangat berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan acara ini. Sampai jumpa pada Tax Intercollegiate Forum selanjutnya!

 

Pada hari Sabtu, 25 September 2021 yang lalu telah dilaksanakan Audit Simulation 2021. Acara ini merupakan program kerja dari Auditing Study Division SPA FEB UI yang ditujukan untuk mahasiswa S1 Akuntansi Program Reguler/Paralel/Kelas Khusus Internasional angkatan 2018 dan 2019. Tahun ini, Audit Simulation 2021 mengangkat tema “Exploring Audit in Specific Industries” dengan kembali menyimulasikan audit forensik di samping praktik audit industri spesifik. Tujuan diadakannya acara ini adalah menjadi wadah bagi para mahasiswa S1 Akuntansi untuk menyalurkan ketertarikannya terhadap bidang audit eksternal dan audit forensik, dengan harapan peserta Audit Simulation mendapat gambaran pekerjaan seorang auditor.

Acara yang diikuti oleh 60 mahasiswa program studi Akuntansi FEB UI ini berlangsung pada pukul 10.30 – 17.00 WIB menggunakan platform Zoom. Acara dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan rangkaian acara pembukaan berupa sambutan dari Kepala Program Studi Akuntansi S1 FEB UI, Ibu Dyah Setyaningrum yang dilanjutkan oleh Controller SPA FEB UI, Patrick Agustinus dan Project Manager Audit Simulation 2021, Fransiska Alma. Sambutan terakhir diberikan oleh Partner Ernst & Young Indonesia, Ibu Rindra Sulindro. Setelah sambutan dari pihak Akuntansi FEB UI dan Ernst & Young Indonesia, acara Audit Simulation diawali dengan mini seminar untuk memberikan pembekalan bagi peserta mengenai gambaran tentang praktik audit pada beberapa industri spesifik dan juga audit forensik.

Acara inti dari Audit Simulation adalah pengerjaan kasus audit di empat pos yang disediakan panitia. Keempat pos tersebut adalah pos Banking, pos Mining, pos Oil & Gas, dan pos Forensic. Di setiap pos tersebut, terdapat lima tim yang diberikan waktu 40 menit untuk menyelesaikan case yang diberikan. Peserta berperan sebagai Associate yang bertugas mengumpulkan data dan mencari temuan dalam setiap posnya untuk menyelesaikan working paper. Peserta sebagai Associate juga didampingi oleh fasilitator dari Ernst & Young Indonesia yang berperan sebagai Senior Associate atau Client. Senior Associate bertugas untuk memberikan arahan kepada para Associate (peserta), sedangkan Client akan memberikan data-data yang dibutuhkan oleh para peserta. Setelah mengerjakan case, pihak Ernst & Young memberikan feedback dan case solution.

Setelah seluruh pengerjaan case selesai, rangkaian acara terakhir adalah pemberian feedback dan kesimpulan dari pelaksanaan Audit Simulation secara keseluruhan. Foto bersama antara peserta, panitia, dan fasilitator dari Ernst & Young Indonesia menjadi penutup acara Audit Simulation 2021: Exploring Audit in Specific Industries. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara Audit Simulation dan pihak Ernst & Young Indonesia yang telah memfasilitasi acara ini. Sampai bertemu di Audit Simulation tahun depan!

Pada hari Rabu, 30 Juni 2021, telah berlangsung secara daring acara Accounting Talks and Workshop 2021 yang diikuti oleh mahasiswa FEB UI dan kalangan umum. Pada periode kali ini, Accounting Talks and Workshop 2021 membawakan tema “The Use of Accounting Information Literacy on Maximizing Investment Climate Potential in Indonesia” dan berhasil menghadirkan pembicara dari Indonesia Stock Exchange, IAPI, dan KPMG Indonesia, serta diadakan juga sesi workshop yang dipandu oleh Indo Premier Sekuritas.

Yuk, simak selengkapnya di bit.ly/PressReleaseATW2021

Sampai berjumpa di ATW selanjutnya!

SPA FEB UI 2021
#BenchmarkofExcellence

Pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 telah dilaksanakan kegiatan Media Company Visit and Training oleh Biro Media and Visual Communication dengan tema “From Text to Visual Context” yang diikuti oleh seluruh anggota Biro Media and Visual Communication dan beberapa anggota dari Divisi Kajian SPA yaitu, Accounting Study Division, Auditing Study Division, dan Tax Study Division. Media Company Visit and Training adalah program kerja yang bertujuan untuk melatih keterampilan fungsionaris SPA dalam hal desain grafis dan pembuatan infografis. Tahun ini, Media Company Visit and Training bekerja sama dengan perusahaan media AKUTAHU.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Muhammad Farhan selaku penanggung jawab acara Media Company Visit and Training 2021. Kemudian dilanjuti dengan pemaparan materi infografis dan desain grafis oleh Muhammad Farhan Akmal selaku perwakilan trainer dari AKUTAHU. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan praktik pembuatan infografis yang dipandu oleh Adiputra Zulham Panjaitan selaku External Relations & Corporate Secretary dari AKUTAHU.

Semoga dengan telah terlaksananya program kerja Media Company Visit and Training SPA FEB UI 2021 dapat memberikan manfaat kepada para fungsionaris SPA FEB UI sehingga SPA FEB UI bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

SPA FEB UI 2021
#BenchmarkOfExcellence

 

Hi, EnthusiasTST!

TreasureQuesTST is now officially open for registration! Join the journey to fight among teams from all across the nation and find the cure.

The TreasureQuesTST will be held on:
Date: August 4-25, 2021
Place: Zoom Meeting
Registration fee: Rp150.000,00

Sign up for the challenge of our annual Tax Competition held for university students. The competition opens for a team of 3 active students within the same institute. Register yourself now at www.tst-febui.com/competition through PC or laptop and win a total of 7.5 million rupiah worth of prizes.

Are you ready?

More information can be accessed through bit.ly/BookletTST22 or contact us on WhatsApp:
Audria Detta (+6287875901987)
Tiffany Clarissa (+6281295054748)
Information and Registration Division

Stay updated for further journeys and events by following our social media:
Line: @tstfebui
Instagram: @tstfebui
LinkedIn: TST FEB UI
Facebook: Tax Seminar and Training
Website: www.tst-febui.com

#TreasureQuesTST
#The22ndTST
#SHINEtheBRIGHTEST

Diteruskan oleh
SPA FEB UI 2021
#BencmarkOfExcellence