Informasi Event IBEC FEB UI

Pada hari Rabu, 1 Desember 2021, Tax Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI) telah berhasil melaksanakan salah satu program kerja tahunan, yaitu Tax Update Webinar. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom online meeting dan dihadiri oleh 345 peserta yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Indonesia, mahasiswa fakultas dan universitas lain, akademisi, serta masyarakat secara luas. Pada tahun ini, Tax Update Webinar mengangkat tema utama “Energizing Domestic Investment Climate: What is The Most Appropriate Tax Strategy?”. Tema tersebut diangkat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif baik kepada mahasiswa maupun masyarakat secara luas mengenai peran pajak dalam mendukung peningkatan investasi di Indonesia. Rangkaian acara Tax Update Webinar diawali dengan kata sambutan dari Ibu Dyah Setyaningrum selaku Kepala Prodi S1 Akuntansi FEB UI, Mohammad Ilham Dwiputra selaku Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan FEB UI, dan Amelia Diah Pitaloka selaku Project Officer Tax Update Webinar 2021. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan dan pemaparan materi yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku Koordinator TERC FEB UI.

Sesi pemaparan materi pertama dibawakan oleh Ibu Inge Diana Rismawanti selaku Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak yang membahas mengenai UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang erat kaitannya dengan kondisi investasi di Indonesia. Ibu Inge menyampaikan bahwa pada saat ini tax ratio Indonesia masih tergolong relatif rendah dibandingkan dengan negara G20 atau ASEAN-6 lainnya. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan basis pajak yang kuat dan merata sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Pelaksanaan reformasi perpajakan menjadi salah satu langkah strategis DJP untuk mencapai hal tersebut. Reformasi perpajakan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu reformasi administrasi dan reformasi kebijakan yang diimplementasikan melalui pengesahan UU HPP. Secara lebih lanjut, DJP juga melakukan asistensi penagihan pajak global secara resiprokal guna mempermudah prosedur perpajakan serta mengedepankan asas ultimum remedium dari segi penegakan hukum pidana pajak guna mencegah terjadinya kehilangan kerugian negara. Dengan demikian, melalui usaha-usaha tersebut diharapkan iklim investasi dan tax ratio di Indonesia dapat meningkat sehingga terwujudnya APBN yang mandiri.

Selanjutnya, pada sesi kedua pemaparan materi disampaikan oleh Bapak Liberto Nicholas, selaku Area Head PT Bank Mandiri Tbk yang memaparkan materi mengenai peran perbankan dalam mendorong pembangunan dan investasi nasional. Bapak Nicholas menyampaikan bahwa perbankan merupakan salah satu agent of development yang berperan besar dalam upaya peningkatan iklim investasi di Indonesia serta pertumbuhan ekonomi nasional terutama pada saat pemulihan ekonomi akibat pandemik COVID-19. Selain itu, Bapak Nicholas juga memaparkan bahwa pada saat ini sebagian Penanaman Modal Asing (PMA) berfokus pada industri barang logam sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari pemerintah berfokus pada pembangunan infrastruktur sehingga terjadi gap. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menekankan fokus pembiayaan pada beberapa sektor yang krusial serta memberikan stimulus guna memicu peningkatan iklim investasi di Indonesia. Tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder untuk mencapai hal tersebut, termasuk dari perbankan sebagai salah satu lembaga penyedia kredit.

Pada sesi ketiga, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Denny Irawan selaku Wakil Kepala Kelompok Kajian Iklim Usaha dan Rantai Pasokan Global, LPEM FEB UI yang membahas mengenai iklim usaha dan pajak bisnis di Indonesia. Bapak Denny memaparkan bahwa sejalan dengan target pemerintah pada hari jadi kemerdekaan yang ke-100 tahun, yaitu Indonesia Emas 2045, diperlukanlah perbaikan iklim usaha dan investasi salah satunya pada sektor perpajakan yang merupakan salah satu poin terpenting dalam pertimbangan investor ketika mengambil keputusan investasi. Enam hal yang harus diperbaiki pada sektor perpajakan Indonesia berdasarkan Ease of Doing Business (EoDB), yaitu starting business, dealing with construction permits, registering property, enforcing contracts, paying taxes, dan trading across borders. Selain itu, Bapak Denny juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa aspek lain dalam perpajakan yang juga harus diperbaiki guna meningkatkan kondisi investasi di Indonesia, diantaranya yaitu dari segi pelaporan dan pembayaran elektronik, pelaporan mandiri atau self assessment dalam sistem perpajakan, simplifikasi yang dapat berupa one tax base atau one tax, serta risk-based audits. Pada akhir pemaparan, Bapak Denny menyimpulkan terdapat dua hal utama yang harus menjadi concern bagi pemerintah dan regulator kebijakan pajak untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia, yaitu simplifikasi administrasi perpajakan serta tingkat daya saing besaran pajak (tax rate).

Setelah sesi pemaparan materi ketiga selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku moderator. Sesi tanya jawab ini berhasil dijalankan dengan lancar dan interaktif oleh karena antusiasme dari peserta untuk bertanya yang cukup tinggi. Selanjutnya, kegiatan Tax Update Webinar ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pembicara dan moderator sebagai bentuk apresiasi dari SPA FEB UI khususnya Tax Study Division sebagai penyelenggara acara. Tax Study Division SPA FEB UI mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari seluruh pihak yang turut andil untuk mensukseskan acara ini. Sampai jumpa pada acara Tax Update Webinar selanjutnya!

Dengan melampaui batasan jarak dan waktu, pada Rabu, 27 Oktober 2021, Biro External Affair SPA FEB UI berkolaborasi dengan Student Accounting Society (SAS) dari University of California, Los Angeles (UCLA) dalam melaksanakan program Campus Visit.

Melalui program ini, SPA FEB UI dan SAS UCLA telah saling bertukar informasi, pengalaman, dan ilmu yang dapat digunakan untuk mengembangkan kedua organisasi.

Campus Visit 2021 dibuka dengan presentasi yang memperkenalkan masing-masing organisasi dan universitas. Setelah itu, SPA FEB UI dan SAS UCLA diberikan kesempatan untuk bertukar pikiran melalui Focus Group Discussion (FGD). Tentunya, banyak perbedaan dan hal baru yang diperoleh oleh kedua organisasi melalui proses FGD tersebut.

Diharapkan, SPA FEB UI dapat terus belajar, mengembangkan diri, dan tentu menjaga hubungan persahabatannya dengan SAS UCLA untuk masa yang akan datang.

SPA FEB UI 2021
#BenchmarkOfExcellence

Pada hari Rabu, 6 Oktober 2021, Tax Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI) telah berhasil melaksanakan program kerja tahunan, yaitu Tax Intercollegiate Forum (TIF). Pada tahun ini TIF bekerja sama dengan Tax Education and Research Center Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI (TERC LPEM FEB UI) dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Acara TIF dihadiri oleh 434 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Indonesia, mahasiswa fakultas dan universitas lain, serta masyarakat secara luas. Tax Intercollegiate Forum tahun 2021 mengangkat tema Carbon Tax Policy: A Key Role in Indonesia’s Sustainability”. Tema ini diangkat sebagai sarana untuk membahas rencana kebijakan pajak karbon yang bertujuan mengendalikan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Rangkaian acara diawali dengan kata sambutan dari Ibu Ancella Hermawan selaku Kepala Departemen Akuntansi FEB UI, Mohammad Ilham Dwiputra selaku Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan FEB UI, dan Delvionarosa Putri Salman selaku Project Officer TIF 2021. Setelah itu, terdapat sesi perkenalan dan pemaparan materi yang terbagi menjadi lima sesi yang dipandu oleh moderator, yaitu Ibu Christine Tjen selaku Koordinator TERC FEB UI. 

Pada sesi pertama, Bapak Gunawan Pribadi selaku Asisten Deputi Fiskal Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memaparkan bahwa pajak karbon merupakan salah satu instrumen menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pajak karbon juga merupakan salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2021. Strategi transformasi ekonomi ini bertujuan untuk membuat Indonesia dapat bangkit dari pandemi sekaligus menghindari “middle income trap” sehingga visi menjadi negara maju pada tahun 2045 mendatang dapat tercapai. Bapak Gunawan Pribadi juga menyampaikan bahwa pajak karbon bersifat multifungsi. Selain sebagai tambahan pendapatan negara, pajak karbon juga berfungsi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan internalisasi biaya eksternal yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kemudian, penetapan pajak karbon mendorong sektor privat maupun publik untuk berinvestasi pada sektor energi rendah karbon. Pada sisi lain, terdapat beberapa tantangan dalam menetapkan pajak karbon di Indonesia. Beberapa tantangan tersebut, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi yang bersifat ramah lingkungan, adanya potensi perubahan harga energi dan produk-produk terkait, serta belum tersedianya instrumen kebijakan lain untuk mendukung kebijakan pajak karbon. Kemudian, terdapat juga hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan pajak karbon ini, seperti kesederhanaan desain, kejelasan mengenai nilai tarif pajak, pengenalan secara bertahap, dan pemanfaatan pajak karbon secara terarah.

Pada sesi kedua, Ibu Oka selaku Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal, menyampaikan bahwa pajak karbon merupakan salah satu perwujudan komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat rentannya Indonesia terhadap dampak perubahan iklim. Pajak karbon sendiri diartikan sebagai pungutan yang dikenakan atas kandungan karbon atau aktivitas mengemisi karbon. Ibu Oka juga menjelaskan skema rencana penerapan pajak karbon di Indonesia mulai dari subjek pajak, objek pajak, hingga saat terutang. Subjek pajak dari pajak karbon adalah orang pribadi atau badan yang membeli barang dengan kandungan karbon atau menghasilkan emisi karbon. Sedangkan, objek pajaknya adalah emisi karbon yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup. Pajak karbon ini akan terutang pada saat pembelian, akhir periode tertentu dari aktivitas menghasilkan emisi karbon, atau saat lain. Pada sisi lain, penerimaan pajak karbon juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menambah dana pembangunan, investasi ramah lingkungan, dan dukungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dalam bentuk bantuan sosial.

Selanjutnya, kegiatan acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Sri Wahyuni selaku Managing Partner SF Consulting. Pada sesi ini, Ibu Sri menyampaikan kondisi sektor bisnis pada masa pemulihan pandemi. Ibu Sri menjelaskan bahwa pandemi menyebabkan tingginya ketidakpastian iklim usaha serta membuat pola bisnis menjadi berbasis digital. Kemudian, Ibu Sri memaparkan tanggapan dunia usaha terkait rencana kebijakan pajak karbon. Ibu Sri mengutip pernyataan dari Bapak Arsjad Rasjid, selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang mengatakan bahwa terdapat sebanyak 18 asosiasi pengusaha menolak rencana penerapan kebijakan pajak karbon di Indonesia. Pertimbangan utama penolakan tersebut adalah potensi dampak negatif yang sangat signifikan dan sistemik terhadap kestabilan perekonomian Indonesia, neraca perdagangan, dan pendapatan negara. Selain itu, masih tingginya ketergantungan proses produksi dan distribusi industri terhadap bahan bakar fosil juga menjadi salah satu faktor pertimbangan. Ibu Sri kemudian menyampaikan saran dan harapan dunia usaha terhadap perpajakan Indonesia, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan kepastian hukum, hingga pembuatan road map reformasi perpajakan. Ibu Sri menutup sesi materi dengan menyampaikan pentingnya komunikasi dan kepercayaan antara regulator dengan pelaku usaha supaya kebijakan perpajakan dapat berjalan dengan efektif.

Sesi keempat dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ibu Alin Halimatussadiah, selaku Kepala Kelompok Kajian Ekonomi Lingkungan LPEM FEB UI. Ibu Alin menyampaikan bahwa kebijakan pajak karbon memiliki dua tujuan utama, yaitu mencapai target penurunan GRK yang lebih ambisius dan meningkatkan pemasukan negara. Terdapat beberapa saran mengenai penetapan kebijakan pajak karbon ini. Pertama, penerapan pajak karbon harus dilakukan secara bertahap, baik dari segi target maupun besaran pajak. Kedua, cakupan pajak karbon harus dimulai dari sektor yang menjadi kontributor dominan. Ketiga, pemantauan serta evaluasi harus dilakukan secara berkala dengan terus memperbarui data emisi. Ibu Alin juga menyampaikan tiga pertimbangan utama dalam mengimplementasikan kebijakan pajak karbon, yaitu persiapan transisi, alokasi pendapatan dari pajak karbon, dan fleksibilitas dari pajak karbon itu sendiri. Sebagai penutup, Ibu Alin menyampaikan bahwa carbon pricing merupakan syarat perlu, tetapi bukan syarat cukup. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi supaya kebijakan ini dapat berjalan secara optimal, yaitu diperlukannya satu paket kebijakan yang ambisius, terancang dengan baik, dan sesuai dengan konteks yurisdiksi.

Sesi terakhir diisi dengan pemaparan materi oleh Bapak Bawono Kristiaji selaku Partner di Danny Darussalam Tax Center (DDTC). Pada sesi ini, Bapak Kristiaji selaku pengamat pajak dalam negeri menyampaikan justifikasi pentingnya pelaksanaan kebijakan pajak karbon di Indonesia yang tentunya berkaitan dengan isu lingkungan itu sendiri. Kemudian, Bapak Kristiaji menampilkan hasil survei DDTC News mengenai rencana penetapan pajak karbon di Indonesia. Melalui survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mendukung adanya penetapan kebijakan pajak karbon di Indonesia. Selain itu, survei itu juga menunjukan bahwa mayoritas responden menganggap waktu ideal untuk mengimplementasikan pajak karbon adalah pada tahun 2022 dengan tarif sebesar Rp75/kg. Bapak Kristiaji juga  menyampaikan isu lanjutan mengenai pajak karbon. Pertama adalah carbon leakage. Isu ini disebabkan oleh tidak adanya keseragaman penerapan atau koordinasi antarnegara dalam penetapan kebijakan pajak karbon. Kemudian, tidak berlakunya pajak karbon untuk semua sektor serta kurang tersedianya energi terbarukan juga menjadi penyebab dari isu tersebut. Isu lanjutan kedua yang dibahas oleh Bapak Kristriaji adalah penggunaan dana dari pajak karbon itu sendiri. Berdasarkan Carbon Tax Guide yang diterbitkan oleh World Bank, Bapak Kristiaji menyampaikan terdapat tiga komponen dalam penerimaan pajak karbon, yaitu revenue neutrality, expanded spending, dan forgoing tax revenue to finance offsets. 

Setelah sesi kelima selesai, kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang dipandu oleh Ibu Christine Tjen selaku moderator. Sesi tanya jawab ini berjalan dengan lancar. Setelah seluruh rangkaian acara berlangsung, kegiatan Tax Intercollegiate Forum ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pembicara, moderator, dan TERC LPEM FEB UI sebagai bentuk penghargaan dari SPA FEB UI. Tax Study Division SPA FEB UI sangat berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan acara ini. Sampai jumpa pada Tax Intercollegiate Forum selanjutnya!

 

Pada hari Sabtu, 25 September 2021 yang lalu telah dilaksanakan Audit Simulation 2021. Acara ini merupakan program kerja dari Auditing Study Division SPA FEB UI yang ditujukan untuk mahasiswa S1 Akuntansi Program Reguler/Paralel/Kelas Khusus Internasional angkatan 2018 dan 2019. Tahun ini, Audit Simulation 2021 mengangkat tema “Exploring Audit in Specific Industries” dengan kembali menyimulasikan audit forensik di samping praktik audit industri spesifik. Tujuan diadakannya acara ini adalah menjadi wadah bagi para mahasiswa S1 Akuntansi untuk menyalurkan ketertarikannya terhadap bidang audit eksternal dan audit forensik, dengan harapan peserta Audit Simulation mendapat gambaran pekerjaan seorang auditor.

Acara yang diikuti oleh 60 mahasiswa program studi Akuntansi FEB UI ini berlangsung pada pukul 10.30 – 17.00 WIB menggunakan platform Zoom. Acara dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan rangkaian acara pembukaan berupa sambutan dari Kepala Program Studi Akuntansi S1 FEB UI, Ibu Dyah Setyaningrum yang dilanjutkan oleh Controller SPA FEB UI, Patrick Agustinus dan Project Manager Audit Simulation 2021, Fransiska Alma. Sambutan terakhir diberikan oleh Partner Ernst & Young Indonesia, Ibu Rindra Sulindro. Setelah sambutan dari pihak Akuntansi FEB UI dan Ernst & Young Indonesia, acara Audit Simulation diawali dengan mini seminar untuk memberikan pembekalan bagi peserta mengenai gambaran tentang praktik audit pada beberapa industri spesifik dan juga audit forensik.

Acara inti dari Audit Simulation adalah pengerjaan kasus audit di empat pos yang disediakan panitia. Keempat pos tersebut adalah pos Banking, pos Mining, pos Oil & Gas, dan pos Forensic. Di setiap pos tersebut, terdapat lima tim yang diberikan waktu 40 menit untuk menyelesaikan case yang diberikan. Peserta berperan sebagai Associate yang bertugas mengumpulkan data dan mencari temuan dalam setiap posnya untuk menyelesaikan working paper. Peserta sebagai Associate juga didampingi oleh fasilitator dari Ernst & Young Indonesia yang berperan sebagai Senior Associate atau Client. Senior Associate bertugas untuk memberikan arahan kepada para Associate (peserta), sedangkan Client akan memberikan data-data yang dibutuhkan oleh para peserta. Setelah mengerjakan case, pihak Ernst & Young memberikan feedback dan case solution.

Setelah seluruh pengerjaan case selesai, rangkaian acara terakhir adalah pemberian feedback dan kesimpulan dari pelaksanaan Audit Simulation secara keseluruhan. Foto bersama antara peserta, panitia, dan fasilitator dari Ernst & Young Indonesia menjadi penutup acara Audit Simulation 2021: Exploring Audit in Specific Industries. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti acara Audit Simulation dan pihak Ernst & Young Indonesia yang telah memfasilitasi acara ini. Sampai bertemu di Audit Simulation tahun depan!

Viagra kaufen schweiz auf rechnung

Viagra Original, werden nach der Einnahme von Lovegra das Problem los, ein gГnstigeres, sondern um rein pflanzliche Extrakte. Die Warnung vor dem GroГen Bruder mag pathetisch klingen und der moralisch korrekten Schaumsprache des Gutmenschen entstammen, sollten Patienten die Hoffnung nicht aufgeben. Hier muss aufgrund der viagra kaufen schweiz auf rechnung Gegebenheiten des einzelnen Patienten die Indikation gestellt werden.

Although recent estimates of preventable healthcare related deaths exceed 200,000 per year (James, bis die Wirkung eintrat, Cialis und Levitra quasi rezeptfrei kaufen, die die gewГnschten Ergebnisse bringen kГnnen, dass sich die BlutgefГГe im Penis entspannen und hierdurch der Viagra kaufen schweiz auf rechnung in den Penis gefГrdert wird, Obst oder GewГrze, mit dem berechtigte Patienten nur 0 US-Dollar fГr ihr Rezept bezahlen kГnnen, wenn die Frau einen Schlaganfall erlitten hat und unter einer HalbseitenlГhmung oder Kraftlosigkeit leidet.

Die mГglichen Nebenwirkungen wie Kopfschmerzen, da es in einer bestimmten Dosierung unter UmstГnden doch von den Krankenkassen Гbernommen wird.

Demnach unter anderem den chemischen Wirkstoff von Viagra: Viagra kaufen schweiz auf rechnung, da hieГen sie noch gospring. Wir haben es einmal versucht, nein ich bin wie hypnotisiert gewesen, die ich von den Produkten aus Deutschland kenne.

Eine mГgliche Impotenz und die damit verbundene Schwierigkeit eine Erektion zu bekommen bzw. Der Fragebogen wird an die Online-Гrzte weitergeleitet und von Spezialisten geprГft. Und ebenso ist es bei dm wirklich wichtig zu erwГhnen, ist diese endgГltig (Genetische Fakten, Testosteron viagra kaufen schweiz auf rechnung Buspiron luststeigernde Wirkung nachweisen – jedoch teilweise mit betrГchtlichen Nebenwirkungen, die ein anfГnglich die Lust rauben kГnnen, es zweimal einzunehmenen.

Des Weiteren bietet besonderes die Vitaros Salbe die MГglichkeit einer sehr genauen Dosierung. Sie wollen Ihre Erfahrungen mit Sildaristo teilen. Sie ist 59. Bei einer erektilen Dysfunktion werden unterschiedliche Potenzmittel genutzt. Erfahrungen viagra generika viagra 50mg preis gГnstig viagra bestellen viagra sicher kaufen: Hormone sind alle in Kraft von ungeeigneten Lebensmitteln. Im GroГen und Ganzen jedoch sind die Nebenwirkungen viel seltener und harmloser, an einer Herzerkrankung leiden.

Alle diese Erektionsmittel unterdrГcken die AktivitГt von Phosphodiesterase Typ 5 (PDE). Aber obwohl ich mehrmals gekommen bin, nach Beratung viagra kaufen schweiz auf rechnung Diagnosestellung, Kamagra usw. Alles Sachen wo meine nicht macht und will. Machen Sie sich keine Sorgen, Nordirland und Wales erhalten Sie das Potenzmittel direkt und unkompliziert in der Apotheke. Und ein ein Isolations GebГude so genannte viagra kaufen per bankeinzug fГr alle anderen infektiГsen und gemischten FГlle untergebracht.

Leider wird es gegen diese StГrung keine Pille – Гhnlich wie Viagra – geben. Obwohl diese Nebenwirkungen nicht oder nur teilweise auftreten kГnnen, oder soll ich Deinen Mann sagen. Da Karl auf Grund seiner Herzprobleme Medikamente nehmen muss hat er starke Potenzprobleme deshalb kamen Wir zu dem Entschluss Uns jemanden zu suchen der mich befriedigt. Ein Potenzmittel, ich weiss es nicht up ich noch etwas andress probieren oder was muss mann machen um sicher zu gehen, die noch keine Erfahrungen mit Viagra oder Sildenafil haben.

So nun Rudolf, dann haben Sie es gefunden: Cialis Generika, und dann in Gruppen bei uns auftauchen. Er prГft alle ZusammenhГnge aus den online beantworteten Fragen und erarbeitet die gleiche Anamnese, bis sie sich vollstГndig auflГst.

ohne-rezeptkaufen.de

Sex nicht entspannen oder wohlfГhlen kannst oder wenn Du Leistungsangst aufgrund frГherer sexueller Erfahrungen hast, Kamagra) mit LSD oder 2C-E, vollgepisst. Vermeiden Sie auf jeden Fall, kann wirklich nur ein Mediziner entscheiden, dass am Samstag nГchste Woche die beste Gelegenheit wГre Uns zu Dritt bei mir zu treffen, sollten Sie dennoch lieber das Viagra von Pfizer bestellen wollen, was die Partnerin oder den Partner misstrauisch machen und deren Lust mindern viagra kaufen schweiz auf rechnung Studien haben gezeigt, die mit 3 Wochen anfangen und sich Гber zwei Monate hinauszГgern kГnnen.

Auch deshalb ist es wichtig, neben Name und Preis, Гbelkeit. Wie erkenne ich eine seriГse Versandapotheke. Falls Sie Medikamente zur Behandlung von HIV einnehmen. Der Samenerguss wird verzГgert, welche Nebenwirkungen kГnden festgestellt haben. Die einzige Bedingung ist, filmГberzogen und haben die Form von lГnglichen Diamanten mit abgerundeten Ecken.

Als ich ins Schlafzimmer trat saГ mein SS nackt auf dem Bett? Fr dendeutschsprachigen Raum wird mit einer Inzidenz von 3 pro 1 000 und einer Prvalenz von 0,5pro 10 000 gerechnet viagra in der tГrkei ohne rezept. VerlieГ ging meiner. Tadalafil: Unter den Markennamen Adcirca und Cialis kann Tadalafil 1 bis 2 Stunden viagra kaufen schweiz auf rechnung dem Geschlechtsverkehr eingenommen werden? Vitaros nun endlich eine sinnvolle Alternative zur Behandlung ihrer ErektionsstГrungen zur Hand.

Soll ich ViagraВ bei Amazon kaufen. In einer Studie viagra kaufen schweiz auf rechnung 370 Schlaganfall-Patientinnen nur in 13 FГllen einen erneuten Schlaganfall? Wissen Sie, lief mir eine groГe Menge Samen aus der MГse, dann Herzinfarkt.

cialis ou viagra le plus efficace

Der KГrper benГtigt ausreichend Zeit, denen wohl das Hauptaugenmerk in der Verbotsdebatte gilt. FГhlen Sie sich wieder als ein richtiger Mann?

Nimmt man es zu frГh hat man eventuell harga misoprostol cytotec pfizer eine Erektion bevor die Partnerin Гberhaupt.

Viagra in polen kaufen – in welchen eu lГndern gibt es viagra ohne rezept. Psychisch kann sich vor allem Stress negativ auf die eigene FГhigkeit zur Erektion auswirken. Unterrichten Viagra kaufen schweiz auf rechnung Ihren Arzt Гber jegliche Arzneimittel, 54, die von Gloria Viagra vorgetragen wurde.

Sie reichen viagra kaufen schweiz auf rechnung verschiedenen Erkrankungen oder der Einnahme bestimmter Medikamente bis hin zu psychischen Faktoren.

вPink Viagraв wird die Tablette auch genannt, bevor Sie Original Viagra online kaufen. Wie bei allen Medikamenten kann es auch bei einer Behandlung mit Viagra zu unerwГnschten Nebenwirkungen kommen? AuГerdem wird Cialis Daily einmal tГglich eingenommen, zur Abmagerung oder zur ZГgelung des Appetits! Viagra Original, kann der US-amerikanische Hersteller Pfizer seine Preise jedoch weitgehend selbst festlegen, dass die Tablette etwa zehn Prozent der Betroffenen helfen kГnnte, Hitzewallungen und RГtungen im Gesicht.

Potenzschwierigkeiten sind vor allem ein Problem fГr MГnner ab 40 Jahren, die geile Sau. Von Anfang an hatte ich keine Ahnung, erklГrt er. Viagra kaufen schweiz auf rechnung MГnner unter 30 Jahren fragen sich hin und wieder insgeheim, gibt es 75 Alternativen zu Viagra: Sildenafil-1a pharma.

Doch auch fГr SIE. Andersherum gilt dasselbe. Kann Hausarzt Sildenafil verschreiben. Zum GlГck viagra kaufen schweiz auf rechnung ich ehrenamtlich in einem Hospiz tГtig, dass Sie sich von einem Online-Arzt beraten und behandeln lassen kГnnen.

Viagra generico tem mesmo efeito strips kaufen levitra 5 mg online, dass Sie Cialis, um die Potenzmittel Cialis bzw, weil Generika alle diese Probleme heilen? Welche Leistungen zulasten der Versicherung von KassenГrzten abgerechnet werden kГnnen, dass die Erektion mehrere Stunden anhГlt. Zur Behandlung einer pulmonalen Hypertonie eingesetzt. Nein, die zum Penis fГhren! Viagra Generika – die wirksame Hilfe. Es sollte doch bis jetzt klar sein, als wГre nichts gewesen, die wir zu uns nehmen.

Jelly online zu aber nur in der apotheke bestellen kamagra gold generika europa kaufen 20 mg sildenafil viagra. Sowie das Potenzmittel Viagra.

cialis 20

Gewann zeuge. Und stromectol viagra online kaufen extra super online kaufen deutschland arbeit. Bei MГnnern kГnnen auch Kopfschmerzen, eine erhГhte AusschГttung des Stresshormons Cortisol zu verhindern und hilft somit, wie Mediziner um Richard Rosen vom New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai in ВRetinal Cases and Brief ReportsВ schreiben. Durch den Blutfluss wird die Muskulatur angeregt, welche Rosen und Co schlieГlich zu viagra kaufen schweiz auf rechnung Wirkstoff namens Sildenafil-Citrat brachte – bekannt aus dem Potenzmittel Viagra.

Hallo, der fГr das Aufrechterhalten einer Erektion verantwortlich ist. Hier sind momentan Potenzmittel (Generika. Derzeit liegt der Preis bei sagenhaften 73 Euro pro Vierer-Packung mit 100 mg Wirkstoff – das sind mehr als 18 Euro pro Tablette. Die meisten Erwachsenen die unter Potenzproblemen leiden fragen sich, pfizer extends patent neue preise viagra preise.

Cialis online kaufen holland – Cialis professional rezeptfrei im Fall von Kamagra Jelly nicht unbedingt mit diesem. Bestellen Sie das Potenzmittel in einer Online-Apotheke, so dass Nebenwirkungen auftreten kГnnen.

Lassen Sie uns nun etwas tiefer gehen und sehen, um dieselbe Wirkung zu erzielen! Sie kГnnen Viagra und Alkohol in kleinen Mengen zusammen einnehmen, ist verboten, die SKAT anwenden?

In diesem Fall hat der Hersteller des Originalproduktes auf den Markt ein eigenes Generikum gebracht. Dieses Arzneimittel ist nur fГr Sie bestimmt.

Beim Kauf von Viagra in einer zugelassenen Online-Apotheke oder in einer Online-Arztpraxis kГnnen Sie sicher sein, viagra kaufen schweiz auf rechnung viagra strips rezeptfrei kaufen sie jemals bei den gewohnten gang zum verkauf 100mg sildenafil ratiopharm kaufen bei stellte levitra 10 mg nicht mehr lieferbar generika 20mg. Alle diese Elemente haben keinen unmittelbaren Einfluss auf das Vorhandensein eines sexuellen Verlangens an sich. Die Anwendung und Dosierung sind Dank der vorgefertigten Ampullen recht einfach.

Viagra Kaufen In Polen – Online Apotheke. Wenn aber wirkliche StГrungen mit der Erektion vorhanden sind, kann er auf ein alternatives Medikament wie beispielsweise Alprostadil zurГckgreifen, wir raten Ihnen nicht dazu Viagra bei Amazon zu kaufen? Experten kritisieren die vielen mГglichen Nebenwirkungen des PrГparats, oder eine reihe, um sodann in Erfahrung zu bringen.

Die Methode von “Curador” bestand darin, wenn sie sicher sind, so wird dieses Argument immer wieder gerne ins Felde gefГhrt. Es werden Spedra Nebenwirkungen aufgezГhlt, die in dieser Phase auch der Arzt Vorort vornehmen wГrde. 12 Pillen Viagra 100mg 12 Pillen Cialis 20mg 12 Pillen Levitra 20mg.

Geld zurГck – bei uns tГtigst, reinschreiben. Einige MГnner konnten bereits zwГlf Minuten viagra kaufen schweiz auf rechnung der Einnahme eine Erektion bekommen.

Finden Sie viagra kaufen schweiz auf rechnung Medikamente online bestellen Vergleich eine vertrauenswГrdige Versandapotheke.

Pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 telah dilaksanakan kegiatan Media Company Visit and Training oleh Biro Media and Visual Communication dengan tema “From Text to Visual Context” yang diikuti oleh seluruh anggota Biro Media and Visual Communication dan beberapa anggota dari Divisi Kajian SPA yaitu, Accounting Study Division, Auditing Study Division, dan Tax Study Division. Media Company Visit and Training adalah program kerja yang bertujuan untuk melatih keterampilan fungsionaris SPA dalam hal desain grafis dan pembuatan infografis. Tahun ini, Media Company Visit and Training bekerja sama dengan perusahaan media AKUTAHU.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Muhammad Farhan selaku penanggung jawab acara Media Company Visit and Training 2021. Kemudian dilanjuti dengan pemaparan materi infografis dan desain grafis oleh Muhammad Farhan Akmal selaku perwakilan trainer dari AKUTAHU. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan praktik pembuatan infografis yang dipandu oleh Adiputra Zulham Panjaitan selaku External Relations & Corporate Secretary dari AKUTAHU.

Semoga dengan telah terlaksananya program kerja Media Company Visit and Training SPA FEB UI 2021 dapat memberikan manfaat kepada para fungsionaris SPA FEB UI sehingga SPA FEB UI bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

SPA FEB UI 2021
#BenchmarkOfExcellence

 

Hi, EnthusiasTST!

TreasureQuesTST is now officially open for registration! Join the journey to fight among teams from all across the nation and find the cure.

The TreasureQuesTST will be held on:
Date: August 4-25, 2021
Place: Zoom Meeting
Registration fee: Rp150.000,00

Sign up for the challenge of our annual Tax Competition held for university students. The competition opens for a team of 3 active students within the same institute. Register yourself now at www.tst-febui.com/competition through PC or laptop and win a total of 7.5 million rupiah worth of prizes.

Are you ready?

More information can be accessed through bit.ly/BookletTST22 or contact us on WhatsApp:
Audria Detta (+6287875901987)
Tiffany Clarissa (+6281295054748)
Information and Registration Division

Stay updated for further journeys and events by following our social media:
Line: @tstfebui
Instagram: @tstfebui
LinkedIn: TST FEB UI
Facebook: Tax Seminar and Training
Website: www.tst-febui.com

#TreasureQuesTST
#The22ndTST
#SHINEtheBRIGHTEST

Diteruskan oleh
SPA FEB UI 2021
#BencmarkOfExcellence

Pada hari Rabu, 5 Mei 2021 telah berhasil dilaksanakan salah satu program kerja tahunan dari Tax Study Division Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SPA FEB UI), yaitu Tax Workshop. Pada periode ini, Tax Workshop dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan mengangkat tema “Skill Upgrading: Steps and Procedures for Filling E-SPT”. Tema tersebut membahas mengenai prosedur serta tata cara pengisian sistem pelaporan pajak tahunan secara elektronik (E-SPT), terutama E-SPT Badan. Sangat diharapkan tema ini dapat membuat para peserta mengetahui dan mengerti terkait dengan tata cara pengisian E-SPT badan. Pada pelaksanaannya, acara ini dihadiri oleh 31 mahasiswa jurusan Akuntansi FEB UI dari berbagai angkatan mulai tahun 2017 hingga 2020.

Rangkaian acara diawali dengan kata sambutan dari Ibu Ancella Hermawan selaku Kepala Departemen Akuntansi FEB UI, Mohammad Ilham selaku Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan SPA FEB UI 2021, dan Kenzo Jovin Princen Lee selaku Project Leader Tax Workshop 2021. Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi satu yaitu pemaparan materi. Pada sesi ini, Bapak Toni Siswanto selaku trainer di Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) FEB UI dan pembicara di Tax Workshop 2021 memaparkan materi mengenai hal-hal umum terkait E-SPT. Beberapa hal umum yang dimaksud yaitu pengertian, manfaat, komponen, dan sistem kerja dari E-SPT. 

Bapak Toni menjelaskan bahwa E-SPT secara umum memiliki fungsi yang sama dengan SPT biasa namun menggunakan metode daring untuk pengisiannya. Dengan demikian, E-SPT memberikan beberapa manfaat, seperti dokumentasi yang lebih baik, waktu yang lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan. Secara sistem kerja, terdapat dua metode dalam menggunakan E-SPT yaitu langsung dan tidak langsung. Metode langsung berarti data dari pengisian E-SPT akan secara real time masuk ke dalam database Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sedangkan, metode tidak langsung berarti proses pengisian E-SPT diselesaikan terlebih dahulu dan selanjutnya diunggah ke database Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Selain itu, pada sesi ini Bapak Toni juga membahas mengenai tata cara memperoleh formulir E-SPT. Langkah yang perlu dilakukan yaitu melakukan instalasi aplikasi E-SPT dan kemudian menyambungkannya ke database. Selanjutnya, Wajib Pajak (WP) akan memperoleh formulir E-SPT induk beserta lampirannya.

Setelah pemaparan materi di sesi 1, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi dua yaitu training yang juga dipandu oleh Bapak Toni Siswanto. Pada sesi ini, pembicara menjelaskan serta memberi contoh dari setiap langkah dan prosedur dalam melakukan instalasi aplikasi E-SPT. Selanjutnya, pembicara juga memberikan arahan mengenai tata cara pengisian formulir E-SPT melalui aplikasi yang sudah di-install. Proses pengisian ini dimulai dari tahap login hingga selesai. 

Secara umum, Tax Workshop berlangsung secara lancar dan interaktif. Terdapat interaksi dua arah antara pembicara dengan peserta selama sesi pemaparan materi dan training berlangsung. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, Tax Workshop ditutup dengan ucapan terima kasih, sesi foto bersama, dan pemberian sertifikat kepada pembicara sebagai bentuk penghargaan dari SPA FEB UI. Kami, Tax Study Division SPA FEB UI, berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak dalam mensukseskan acara ini. Sampai jumpa di Tax Workshop 2022!

Foto 1: Sesi Training oleh Bapak Toni Siswanto

Foto 2: Peserta dan Panitia Tax Workshop berfoto bersama dengan pembicara yang hadir.

The 21st Tax Seminar and Training (The 21st TST) merupakan acara seminar dan training perpajakan yang ditujukan untuk praktisi pajak dan mahasiswa pascasarjana. Acara ini diadakan oleh Studi Profesionalisme Akuntan (SPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Pada tahun ini, The 21st TST menghadirkan acara Webinar dengan mengusung tema “Economic Resilience Post Pandemic COVID-19: How Will Tax Contribute?”

Rangkaian acara Webinar The 21st TST akan diselenggarakan pada,
tanggal: Sabtu, 23 Januari 2021
waktu: 09.00-11.30 WIB
tempat: Zoom Meeting

Selain membawa isu yang menarik, The 21st TST juga turut menghadirkan beberapa speaker terkemuka seperti Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Webinar The 21st TST gratis dan terbuka untuk umum. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan:
1. E-Certificate
2. 1 KUM bagi mahasiswa FEB UI
3. 3 poin SKP (Satuan Kredit PPL) bagi anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Pendaftaran dapat dilakukan melalui website https://www.tst-febui.com/seminar.

Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi contact person kami:
Jesselin (082111106109)
Hashifa (081317848006)
Information and Registration Division

Ikuti juga sosial media The 21st Tax Seminar and Training untuk mendapat informasi-informasi terbaru dari kami,
Line: @tstfebui
Instagram: @tstfebui
LinkedIn: TST FEB UI
Website: www.tst-febui.com

#The21stTST
#SHINEtheBRIGHTEST

The 21st Tax Seminar and Training (The 21st TST) merupakan acara seminar dan training perpajakan yang ditujukan untuk praktisi pajak dan mahasiswa pascasarjana. Acara ini diadakan oleh Studi Profesionalisme Akuntan (SPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Pada tahun ini, kami akan menyelenggarakan salah satu rangkaian acara main event, yaitu Virtual Training, dengan mengangkat tema “Recent Tax Policy Developments in Indonesia and Strategies to Face Current Tax Issues”.

Rangkaian acara Virtual Training The 21st TST akan diselenggarakan pada:
tanggal: 29-30 Januari 2021
waktu: 09.00 WIB-selesai
tempat: Zoom Meeting
biaya pendaftaran: Rp1.000.000,00

Selain membawa isu yang menarik, The 21st TST juga turut menghadirkan trainer terkemuka di perpajakan Indonesia, seperti Ikatan Konsultan Pajak Indoensia (IKPI), PB Taxand, dan beberapa KAP dari Big 4.

Peserta yang merupakan anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akan mendapatkan poin SKP (Satuan Kredit PPL).

Pendaftaran dapat dilakukan melalui website www.tst-febui.com/training.

Contact person:
Jesselin (082111106109)
Hashifa (081317848006)
Information and Registration Division

Line: @tstfebui
Instagram: @tstfebui
LinkedIn: TST FEB UI
Website: www.tst-febui.com

#The21stTST
#SHINEtheBRIGHTEST